UPT SMPLB Negeri Kota Pasuruan
Selasa, 29 Januari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
Bahaya Racun Dari Sampah
Saat ini sampah telah banyak berubah. Setengah abad yang lalu masyarakat belum banyak mengenal plastik. Mereka lebih banyak menggunakan berbagai jenis bahan organis. Di masa kecil saya (awal dasawarsa 1980), orang masih menggunakan tas belanja dan membungkus daging dengan daun jati. Sedangkan sekarang kita berhadapan dengan sampah-sampah jenis baru, khususnya berbagai jenis plastik.
Sifat plastik dan bahan organis sangat berbeda. Bahan organis mengandung bahan-bahan alami yang bisa diuraikan oleh alam dengan berbagai cara, bahkan hasil penguraiannya berguna untuk berbagai aspek kehidupan.
Sampah plastik dibuat dari bahan sintetis, umumnya menggunakan minyak bumi sebagai bahan dasar, ditambah bahan-bahan tambahan yang umumnya merupakan logam berat (kadnium, timbal, nikel) atau bahan beracun lainnya seperti Chlor. Racun dari plastik ini terlepas pada saat terurai atau terbakar.
Penguraian plastik akan melepaskan berbagai jenis logam berat dan bahan kimia lain yang dikandungnya. Bahan kimia ini terlarut dalam air atau terikat di tanah, dan kemudian masuk ke tubuh kita melalui makanan dan minuman. Sedangkan pembakaran plastik menghasilkan salah satu bahan paling berbahaya di dunia, yaitu Dioksin. Dioksin adalah salah satu dari sedikit bahan kimia yang telah diteliti secara intensif dan telah dipastikan menimbulkan Kanker. Bahaya dioksin sering disejajarkan dengan DDT, yang sekarang telah dilarang di seluruh dunia. Selain dioksin, abu hasil pembakaran juga berisi berbagai logam berat yang terkandung di dalam plastik.
Ditulis oleh : Winarni Puji Astuti, SE
Ditulis oleh : Winarni Puji Astuti, SE
Minggu, 02 Desember 2012
Lingkungan Sekolah yang Nyaman Memacu Siswa Untuk Berprestasi
Mungkin
sudah banyak penelitian tentang “Hubungan Antara Prestasi Siswa dengan
Lingkungan Belajarnya”, tapi sedikit sekali penerapannya di Indonesia. Bahkan
pemerintah sendiri sangat kurang memahami akan kebutuhan generasi penerus
mereka ini. Entah kurang memahami atau mungkin sibuk dengan urusan pribadi
mereka masing-masing?
Lingkungan Pekarangan Sekolah yang Nyaman
Apa saja syarat-syarat lingkungan sekolah
yang nyaman?
1. Lapangan bermain
Fasilitas
lapangan bermain adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi kegiatan belajar
mengajar di sekolah, khususnya yang berhubungan dengan ketangkasan dan
pendidikan jasmani. Selain itu lapangan bermain juga dapat digunakan untuk
kegiatan bermain siswa, kegiatan upacara/apel pagi, dan kegiatan
perayaan/pentas seni yang memerlukan tempat yang luas.
2. Pepohonan rindang
Semakin
pesatnya pertumbuhan sebuah daerah menyebabkan pepohonan rindang habis
ditebangi untuk dijadikan bangunan, terlebih jika harga tanah ikut melonjak
naik. Inilah yang menjadikan jumlah oksigen berkurang. Oksigen adalah salah
satu pendukung kecerdasan anak. Kadar oksigen yang sedikit pada manusia akan
menyebabkan suplai darah ke otak menjadi lambat, padahal nutrisi yang kita
makan sehari-hari disampaikan oleh darah ke seluruh tubuh kita. Karena itulah
dibutuhkan banyaknya pohon rindang di lingkungan pekarangan sekolah dan lingkungan
sekitar sekolah.
3. Sistem sanitasi dan sumur resapan air
Sistem
sanitasi yang baik adalah syarat terpenting sebuah lingkungan layak untuk
ditinggali. Dengan sistem sanitasi yang bersih, maka seluruh warga sekolah akan
dapat lebih tenang dalam mengadakan proses belajar mengajar. Selain itu
diperlukan juga sistem sumur resapan air untuk mengaliri air hujan agar tidak
menjadi genangan air yang dapat menjadikan kotor lingkungan sekolah, atau
bahkan membahayakan apabila didiami oleh jentik-jentik nyamuk.
4. Tempat pembuangan sampah
Sampah adalah
salah satu musuh utama yang mempengaruhi kemajuan suatu peradaban. Semakin
bersih suatu tempat, maka semakin beradab pula orang-orang di tempat itu.
Terbukti dari kesadaran penduduk-penduduk di negara maju yang sadar untuk tidak
membuang sampah sembarangan. Dalam masalah sampah di sekolah, perlunya
ditumbuhkan kesadaran bagi seluruh warga sekolah untuk turut menjaga
lingkungan. Caranya adalah dengan menyediakan tempat pembuangan sampah berupa
tong-tong sampah dan tempat pengumpulan sampah akhir di sekolah, dan memberikan
contoh kepada siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.
5. Lingkungan sekitar sekolah yang mendukung
Adanya kasus
di beberapa daerah, misalnya lingkungan sekolah yang dekat dengan pabrik yang
bising dan berpolusi udara, atau lingkungan sekolah yang berada di pinggir
jalan raya yang selalu padat, atau bahkan lingkungan sekolah yang letaknya
berdekatan dengan tempat pembuangan sampah atau sungai yang tercemar sampah
sehingga menimbulkan ketidaknyamanan akibat bau-bau tak sedap. Kasus-kasus
tersebut adalah kasus yang perlu penanganan langsung dan serius dari
pemerintah. Lingkungan sekitar sekolah yang seperti itu akan dapat menyebabkan
siswa cenderung tidak nyaman belajar, atau bahkan penurunan kualitas kecerdasan
akibat polusi tersebut. Karena itulah sudah saatnya pemerintah memperhatikan
generasi penerusnya ini, karena beberapa kasus terjadi malah diakibatkan
pemerintah itu sendiri. Contohnya, sebuah sekolah yang sudah berada di
lingkungan yang mendukung, tapi tiba-tiba harus merasakan imbas dari
pembangunan proyek di sekitar sekolah itu akibat pemerintah yang tidak
mengindahkan sistem tata kota yang sudah ada.
6. Bangunan sekolah yang kokoh dan sehat
Banyak sekali
adanya kasus tentang bangunan sekolah yang roboh di Indonesia. Entah itu karena
bangunannya sudah tua, ataupun bangunan baru yang dibangun dengan asal-asalan.
Ini juga adalah kewajiban pemerintah untuk mengatasinya. Karena bangunan
sekolah sudah semestinya dibangun dengan kokoh dan memiliki syarat-syarat
bangunan yang sehat, seperti ventilasi yang cukup dan luas masing-masing ruang
kelas yang ideal.
Mungkin banyak sekali syarat-syarat lingkungan sekolah yang
nyaman, tapi keenam poin di atas sudah cukup untuk menjadikan suasana belajar dan
mengajar yang menyenangkan bagi siswa dan gurunya.
Ditulis oleh : Paramita Yudiastuti, S.Sos
Senin, 12 November 2012
VISI DAN MISI SEKOLAH
VISI DAN MISI
VISI
Mandiri, Terampil, Berakhlaq Terpuji dan Peduli Lingkungan
MISI
- Menumbuhkan semangat kemandirian peserta didik.
- Menyelenggarakan program pendidikan yang berorientasi pada keterampilan melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan untuk bekal hidup mandiri.
- Mengembangkan pendidikan budi pekerti untuk membentuk insan yang berakhlak mulia.
- Menciptakan hubungan kerja sama dengan orang tua, masyarakat yang harmonis aagar tercipta suasana sekolah yang asri dan nyaman.
- Mengembangkan kegiatan pembelajaran pelestarian lingkungan
- Menumbuhkan rasa kepedulian terhadap kerusakan alam sekitar.
- Menjadikan generasi yang memiliki kematangan emosional, berkepribadian mandiri, jujur, bertanggung jawab serta peduli terhadap lingkungan sesama.
TUJUAN
- Meningkatkan kemandirian untuk bekal hidup siswa.
- Mewujudkan insan yang kreatif, terampil dalam upaya membentuk insan yang mandiri.
- Mewujudkan insan yang berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia.
- Menciptakan insan yang peduli terhadap lingkungan.
- Mewujudkan pembelajaran pelestarian lingkungan.
- Menciptakan insan yang peduli terhadap kerusakan lingkungan hidup.
- Menciptakan generasi yang matang secara emosional, berkepribadian mandiri, jujur, bertanggung jawab serta peduli terhadap lingkungan sesama.
Langganan:
Postingan (Atom)