Mungkin
sudah banyak penelitian tentang “Hubungan Antara Prestasi Siswa dengan
Lingkungan Belajarnya”, tapi sedikit sekali penerapannya di Indonesia. Bahkan
pemerintah sendiri sangat kurang memahami akan kebutuhan generasi penerus
mereka ini. Entah kurang memahami atau mungkin sibuk dengan urusan pribadi
mereka masing-masing?
Lingkungan Pekarangan Sekolah yang Nyaman
Apa saja syarat-syarat lingkungan sekolah
yang nyaman?
1. Lapangan bermain
Fasilitas
lapangan bermain adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi kegiatan belajar
mengajar di sekolah, khususnya yang berhubungan dengan ketangkasan dan
pendidikan jasmani. Selain itu lapangan bermain juga dapat digunakan untuk
kegiatan bermain siswa, kegiatan upacara/apel pagi, dan kegiatan
perayaan/pentas seni yang memerlukan tempat yang luas.
2. Pepohonan rindang
Semakin
pesatnya pertumbuhan sebuah daerah menyebabkan pepohonan rindang habis
ditebangi untuk dijadikan bangunan, terlebih jika harga tanah ikut melonjak
naik. Inilah yang menjadikan jumlah oksigen berkurang. Oksigen adalah salah
satu pendukung kecerdasan anak. Kadar oksigen yang sedikit pada manusia akan
menyebabkan suplai darah ke otak menjadi lambat, padahal nutrisi yang kita
makan sehari-hari disampaikan oleh darah ke seluruh tubuh kita. Karena itulah
dibutuhkan banyaknya pohon rindang di lingkungan pekarangan sekolah dan lingkungan
sekitar sekolah.
3. Sistem sanitasi dan sumur resapan air
Sistem
sanitasi yang baik adalah syarat terpenting sebuah lingkungan layak untuk
ditinggali. Dengan sistem sanitasi yang bersih, maka seluruh warga sekolah akan
dapat lebih tenang dalam mengadakan proses belajar mengajar. Selain itu
diperlukan juga sistem sumur resapan air untuk mengaliri air hujan agar tidak
menjadi genangan air yang dapat menjadikan kotor lingkungan sekolah, atau
bahkan membahayakan apabila didiami oleh jentik-jentik nyamuk.
4. Tempat pembuangan sampah
Sampah adalah
salah satu musuh utama yang mempengaruhi kemajuan suatu peradaban. Semakin
bersih suatu tempat, maka semakin beradab pula orang-orang di tempat itu.
Terbukti dari kesadaran penduduk-penduduk di negara maju yang sadar untuk tidak
membuang sampah sembarangan. Dalam masalah sampah di sekolah, perlunya
ditumbuhkan kesadaran bagi seluruh warga sekolah untuk turut menjaga
lingkungan. Caranya adalah dengan menyediakan tempat pembuangan sampah berupa
tong-tong sampah dan tempat pengumpulan sampah akhir di sekolah, dan memberikan
contoh kepada siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.
5. Lingkungan sekitar sekolah yang mendukung
Adanya kasus
di beberapa daerah, misalnya lingkungan sekolah yang dekat dengan pabrik yang
bising dan berpolusi udara, atau lingkungan sekolah yang berada di pinggir
jalan raya yang selalu padat, atau bahkan lingkungan sekolah yang letaknya
berdekatan dengan tempat pembuangan sampah atau sungai yang tercemar sampah
sehingga menimbulkan ketidaknyamanan akibat bau-bau tak sedap. Kasus-kasus
tersebut adalah kasus yang perlu penanganan langsung dan serius dari
pemerintah. Lingkungan sekitar sekolah yang seperti itu akan dapat menyebabkan
siswa cenderung tidak nyaman belajar, atau bahkan penurunan kualitas kecerdasan
akibat polusi tersebut. Karena itulah sudah saatnya pemerintah memperhatikan
generasi penerusnya ini, karena beberapa kasus terjadi malah diakibatkan
pemerintah itu sendiri. Contohnya, sebuah sekolah yang sudah berada di
lingkungan yang mendukung, tapi tiba-tiba harus merasakan imbas dari
pembangunan proyek di sekitar sekolah itu akibat pemerintah yang tidak
mengindahkan sistem tata kota yang sudah ada.
6. Bangunan sekolah yang kokoh dan sehat
Banyak sekali
adanya kasus tentang bangunan sekolah yang roboh di Indonesia. Entah itu karena
bangunannya sudah tua, ataupun bangunan baru yang dibangun dengan asal-asalan.
Ini juga adalah kewajiban pemerintah untuk mengatasinya. Karena bangunan
sekolah sudah semestinya dibangun dengan kokoh dan memiliki syarat-syarat
bangunan yang sehat, seperti ventilasi yang cukup dan luas masing-masing ruang
kelas yang ideal.
Mungkin banyak sekali syarat-syarat lingkungan sekolah yang
nyaman, tapi keenam poin di atas sudah cukup untuk menjadikan suasana belajar dan
mengajar yang menyenangkan bagi siswa dan gurunya.
Ditulis oleh : Paramita Yudiastuti, S.Sos
Tidak ada komentar:
Posting Komentar